Pages

Selasa, 13 Maret 2012

memancing kepiting


Renungan – Memancing Kepiting

Oleh : Seorang Teman Yang Gua gak tau Namanya


Suatu hari aku bermain kerumah temenku , di kota Pontianak. Karena merasa jenuh , akhirnya temenku yang bernama Cemplon mengajak aku untuk memancing Kepiting.
Kami pun segera pergi ke pinggir laut, dan menyiapkan Bambu , yang di ujungnya diikatkan seutas tali, dan diujung tali diikat sebuah batu.

Setelah semua siap, Cemplon dan aku bersemangat mencari posisi Kepiting, karena bisa terlihat dari pinggir pantai di sela-sela batu karang.

Akupun menemukan sebuah Kepiting Besar , dengan segera kuayunkan pancingku tadi yang diujungnya terikat sebuah batu.

Pertama kali kusentuh dengan batu, Kepiting itu terdiam, Kusentuh lagi, dia pun mulai menangkis batu itu, kuperkeras lagi ayunanku, akhirnya Kepiting itu menjadi MARAH.
Disambarnya Batu diujung tali pancingku itu dan dicengkeramkannya dengan keras dengan menggunakan Capit Kepiting itu.

Langsung kutarik Pancingku itu, dan segera aku berlari menuju ke Panci berisi Air Mendidih yang tadi telah kami siapkan. Kumasukkan Kepiting itu ke dalam Panci berisi Air Panas, lalu warna kepiting itu mulai memerah dan capitnya mulai melepas pancinganku itu.

Akhirnya Kami menyantap KEPITING REBUS.


Kepiting itu menjadi korban santapan kami karena KEMARAHANNYA, karena KEGERAMANNYA atas gangguan yang kami lakukan dengan sebatang bambu, seutas tali dan sebongkah batu kecil.

Sering kali kita lihat orang yang kehilangan Pekerjaan, kehilangan Jabatan, kehilangan peluang, bahkan kehilangan segala-galanya karena MARAH.

Jadi kalau anda menghadapi gangguan, baik itu batu kecil atau batu besar, hadapilah dengan bijak, redam kemarahan sebisa mungkin, lakukan penundaan dua tiga detik dengan menarik napas panjang, kalau perlu pergilah ke kamar kecil, cuci muka atau basuhlah tangan dengan air dingin, agar MURKA anda mereda dan anda terlepas dari ancaman panci panas yang bisa menghancurkan masa depan anda


Park yourself in front of a world of choices in alternative vehicles.
Visit the Yahoo! Auto Green Center.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Sample text

Sample Text